Inilah Pemegang Gelar Atlet Binaraga Wanita Tertua di Dunia, Ernestine Shepherd
Zever blog- Ernestine Shepherd (74) memang sudah menjadi seorang nenek dari seorang cucu yang berusia 14 tahun. Namun jangan pernah sebut dia tua.Usia lanjutnya tak lantas membuat fisiknya lemah. Justru, ia baru saja dianugerahi gelar rekor dunia dari Guiness Book sebagai atlet binaraga wanita tertua di dunia.
Shepherd memiliki bentuk perut sempurna tanpa cela, tetap ramping dan bahkan six-pack. Hal ini dia dapatkan berkat rajin berlatih di pusat kebugarannya di Baltimore.
Di usia senjanya Shepherd yang memiliki seorang suami 20 tahun lebih muda ini tetap menjalankan aktivitasnya sebagai pelatih fitness dan modeling.
Bahkan anak didiknya adalah Yohnie Shambourger (57), mantan Mr Universe yang pernah memenangkan medali emas binaraga di ajang Pan American Games pada tahun 1995.
"Usia hanyalah angka. Jika Anda memotivasi seseorang, maka Anda pun harus menjadikan motivasi itu bagian dari hidup Anda," ujar Shepherd.
Suaminya, Collin Shepherd (54) pun mendukung aktivitas istrinya yang luar biasa ini.
"Perut six-pack sudah menjadi ciri khas dari dirinya. Jika kamu bertemu dengannya, dan melihat bentuk perutnya, maka kamu anya akan dapat berkata.. "ohh!! Okay!"," ujar Collin Shepherd (54), suami Ernestine yang selalu mendukung kegiatannya, demikian lansir Dailymail, Senin (30/5/2011).
Setiap hari Shepherd bangun pukul tiga pagi dan melakukan yoga. Dia pun rutin menjajal trek jogging di taman kota sepanjang 10 mil sebelum makan siang.
Untuk menu makannya, ia hanya mengkonsumsi nasi merah, dada ayam dan sayuran kukus. Juga meminum segelas putih telur sebanyak tiga kali setiap hari.
Zever blog - Tampaknya cacing tidak hanya betah berada di dalam tanah, di Sharjah, Arab Saudi, cacing ditemukan di dalam sebuah kotak coklat.
Kepolisian yang menerima laporan dari seorang pria itu pun langsung menindak lanjutinya dengan mendatangi toko tempat coklat dijajakan.
Penyidik pun membenarkan laporan tersebut setelah mengambil sampel coklat dan menemukan terdapat cacing dan telur di dalam coklat tersebut.
"Inspektur kami mendatangi toko tersebut dan mengambil sampel dari produk yang dilaporkan. Dia menemukan bahwa beberapa dari coklat itu berisi cacing sehingga kami harus menarik semua produk itu," ujar Direktur Kepolisian Lokal Sulan Al Mualla, seperti dilansir Emirat Alyoum, Kamis (26/5/2011).
Sang pelapor, Mohammed Shukri, sebelumnya membeli sekotak coklat untuk putrinya. Namun ketika membuka coklat tersebut, dia menemukan cacing-cacing di dalam coklat bundar itu.
Tuly/Orange
Zever blog- Tuly, seekor kura-kura malang yang kehilangan satu kakinya, kini tidak perlu minder lagi. Kini dia justru bisa melangkah lebih cepat, dibandingkan teman-teman yang lainnya.Tuly kehilangan kakinya dengan saat mengenaskan. Kaki depan kanannya hilang karena digerototi seekor tikus ketika ia sedang berhibernasi.
Berkat ide gadis cilik Eleanor, anak dari Philip Chubb (64) seorang penggagas kelompok pecinta kura-kura, Tuly tak lagi kesulitan berjalan.
Di bawah badan Tuly dipasangkan papan yang diselipkan senuah roda sebagai pengganti kaki. "Kami mendapatkan Tuly di sebuah klinik dokter hewan, setelah ia menjalani operasi amputasi kaki demi keselamatan nyawanya,” ujar Philip Chubb, seperti dilansir Orange, Jumat (27/5/2011).
“Pada saat itu dia terlihat sangt lemah. Bisa bergerak dan berjalan namun sangat lamban,” imbuhnya.
Kulit bawahnya pun harus selalu tergesek ketika ia berjalan. Hal tersebut dapat menambah komplikasi bagi Tuly.
Akhirnya Chubb membeli traktor mainan dan dicopot beberapa rodanya salah satu roda. Lalu dia membuat penjepit dari logam dan strip kain pelekat (velcro).
"Tuly tampak tak keberatan diletakkan di atas roda tersebut dan tampak senang berselancar guna memakan gulma. Dia sekarang benar-benar kura-kura tercepat yang kita miliki dan lucu," pungkasnya.
Stocker dan Witterick bersama kedua anaknya/Ist
Sepasang orangtua dari Toronto, Amerika Serikat (AS) mempertahankan untuk menyembunyikan identitas jenis kelamin anaknya agar nantinya bisa mengembangkan identitas jenis kelaminnya sendiri.
Kathy Witterick dan David Stocker dikritik karena telah memaksakan ideologi mereka kepada anaknya yang baru berusia empat bulan, bernama Storm.
Keduanya pun dikritik karena telah membesarkan kedua anaknya yang lainnya Jazz (5) dan Kio (2) dengan pola yang aneh.
Kedua anak laki-lakinya didorong untuk memilih menggunakan baju dan gaya rambut mereka sendiri meskipun baju dan gaya rambut yang mereka kenakan milik anak perempuan.
Hingga kini, kakek dan nenek Storm pun tidak mengetahui apa jenis kelamin cucu mereka tersebut. Mereka pun bingung bagaimana menjelaskan situasi ini.
Seperti dilansir dari Associated Press, Senin (30/5/2011), Witterick mengatakan bahwa bayinya kini tengah mengenal dirinya sendiri dan katanya sangat tidak pantas untuk memaksakan identitas jenis kelamin kepada seorang anak.
Jupe & Gaston
Zever blog- Lima hari terbaring di rumah sakit, Agnes Monica mendapat kunjungan dari sejumlah rekan artis. Salah satunya, Julia Perez (Jupe) yang datang bersama kekasih, Gaston Castano.
Kedatangan Jupe dan Gaston ke rumah sakit langsung menyita perhatian pengunjung lain. Bak gula manis dikerubuti semut, Jupe dan Gaston bikin heboh pengunjung.
"Jupe sama Gaston, itu mereka lucu banget. Pas mereka berdua datang, rumah sakit langsung ramai," ungkap Agnes, di Siloam Hospitals, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (29/5/2011).
Agnes mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang mau meluangkan waktu datang membesuk dan memberikan dukungan.
"Terima kasih buat teman-teman aku. Denny, Okan, Daniel, Olga, Raffi, mbak Nina Tamam. Dan ada banyak lagi teman-teman. Terima kasih ya," ucapnya tulus.
Agnes dirawat di rumah sakit karena menderita cedera punggung dan maag akut. Di hari kepulangan Agnes dari rumah sakit, kemarin sore, muncul gosip yang menyebutkan dia meninggal karena overdosis obat yang diberikan dokter.
Artis yang memulai karier sebagai penyanyi cilik itu menanggapi gosip dengan santai. Bahkan, dia menganggap gosip meninggal sebagai pertanda bakal panjang umur.
Kendaraan irit BBM yang digunakan para mahasiswa ini merupakan mesin bensin, diesel dan etanol. Ada yang menggunakan mesin motor dan mesin lainnya dengan kapasitas mesin sekitar 35 cc-210 cc.
Untuk mengejar efisiensi mereka menggunakan bodi serat karbon dan melajukan kendaraan pada 25-40 km per jam. Begitu juga untuk membuat mobil lebih stabil ketika di belokan, roda kendaraan pun agak dipasang di bagian luar.
Bagaimana spesifikasi dari 10 kendaraan hemat BBM ini, yuk kita simak satu per satu.
Kendaraan dari UI
1. Garuda Kesavha Evolution
Sasis: Semi monocoque
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 273 cm, 80 cm dan 80 cm
wheelbase: 187 cm
berat tanpa pengemudi: 50 kg
rim: 14 inci
mesin: Suzuki Smash Titan 115 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.000 km per liter
2. Kalabia (Nama diambil dari bahasa Papua yang artinya Hiu)
Sasis: Semi monocoque
Bodi: fiber/akrilik
panjang tinggi dan lebar: 248 cm,120 cm dan 123 cm
wheelbase: 148 cm
berat tanpa pengemudi: 120 kg
rim: 14 inci
mesin: Shogun 125 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 500 km per liter
Kendaraan dari UGM
1. Semar Prototype
Sasis: Aluminium
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 300 cm, 70 cm dan 110 cm
wheelbase: 160 cm
berat tanpa pengemudi: 50 kg
rim: 14 inci
mesin: 4 langkah, 1 silinder 90 derajat, 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: di atas 280 km per liter
2. Semar Urban
Sasis: Aluminium
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 250 cm, 110 cm dan 125 cm
wheelbase: 137,5 cm
berat tanpa pengemudi: 100 kg
rim: 14 inci
mesin: 4 langkah, 1 silinder 100 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 300 km per liter
Kendaraan dari ITB
1. Cikal Nusantara
Sasis: Aluminium
Bodi: serat karbon
panjang tinggi dan lebar: 250 cm, 110 cm dan 128 cm
wheelbase: 100 cm
berat tanpa pengemudi: 150 kg
rim: 16 inci
mesin: ICE 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 100 km per liter
2. Rakata
Bodi: serat karbon
panjang tinggi dan lebar: 280 cm, 56 cm dan 77 cm
wheelbase: 104 cm
berat tanpa pengemudi: 60 kg
rim: 17 inci
mesin: 125 cc
Bahan bakar: etanol
Target di SEM: 600 km per liter
Kendaraan dari ITS
1. Sapu Angin 3
Sasis: Aluminium custom
Bodi: fiberglass/polyurethan foam
panjang tinggi dan lebar: 260 cm, 112 cm dan 125 cm
wheelbase: 150 cm
berat tanpa pengemudi: 90 kg
rim: 17 inci
mesin: Honda Revo 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 300 km per liter
"Kami sudah memperbaiki dari sisi elektronik dan berat kendaraan, sehingga kami harapkan nanti kami mendapat angka yang lebih baik," ujar team Manager ITS Anditya Yudhistira.
2. Sapu Angin 4:
Sasis; aluminium
bodi: fiberglass/polyurethan foam
panjang tinggi dan lebar: 260 cm, 112 cm dan 125 cm
wheelbase: 150 cm
berat tanpa pengemudi: 90 kg
rim: 17 inci
mesin: Mesin diesel 210 cc
Bahan bakar: solar
Target di SEM: 300 km per liter
"Ini satu-satunya mobil dari tim Indonesia yang memakai bahan bakar solar. Kami sudah melakukan perbaikan dari kestabilan dan titik berat yang merata," ujar Team Manager Eko Hardianto.
3. Sapu Angin 5
Bodi: fiberglass/polyurethane foam
panjang tinggi dan lebar: 280 cm, 60 cm dan 108 cm
wheelbase: 149 cm
berat tanpa pengemudi: 40 kg
rim: 21 inci
mesin: Mesin Paijo 90 cc yang dikembangkan sendiri oleh mahasiswa ITS
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.500 km per liter, di SEM 2010 mencapai 234 km per liter.
"Unit controlnya sudah diperbaiki dan masalah kestabilan dipecahkan dengan menambah turning radius," ujar Team Manager Rahmad Hidayat.
Kendaraan dari Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)
Sasis: st42
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 312 cm, 70 cm dan 108 cm
wheelbase: 203,5 cm
berat tanpa pengemudi: 42,4 kg
rim: 16 inci
mesin: SOHC 4 langkah 35 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.500 km per liter
Kendaraan ini akan berlomba dalam ajang adu irit BBM di Sepang pada 6-9 juli 2011 mendatang.
Kendaraan irit BBM yang digunakan para mahasiswa ini merupakan mesin bensin, diesel dan etanol. Ada yang menggunakan mesin motor dan mesin lainnya dengan kapasitas mesin sekitar 35 cc-210 cc.
Untuk mengejar efisiensi mereka menggunakan bodi serat karbon dan melajukan kendaraan pada 25-40 km per jam. Begitu juga untuk membuat mobil lebih stabil ketika di belokan, roda kendaraan pun agak dipasang di bagian luar.
Bagaimana spesifikasi dari 10 kendaraan hemat BBM ini, yuk kita simak satu per satu.
Kendaraan dari UI
1. Garuda Kesavha Evolution
Sasis: Semi monocoque
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 273 cm, 80 cm dan 80 cm
wheelbase: 187 cm
berat tanpa pengemudi: 50 kg
rim: 14 inci
mesin: Suzuki Smash Titan 115 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.000 km per liter
2. Kalabia (Nama diambil dari bahasa Papua yang artinya Hiu)
Sasis: Semi monocoque
Bodi: fiber/akrilik
panjang tinggi dan lebar: 248 cm,120 cm dan 123 cm
wheelbase: 148 cm
berat tanpa pengemudi: 120 kg
rim: 14 inci
mesin: Shogun 125 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 500 km per liter
Kendaraan dari UGM
1. Semar Prototype
Sasis: Aluminium
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 300 cm, 70 cm dan 110 cm
wheelbase: 160 cm
berat tanpa pengemudi: 50 kg
rim: 14 inci
mesin: 4 langkah, 1 silinder 90 derajat, 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: di atas 280 km per liter
2. Semar Urban
Sasis: Aluminium
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 250 cm, 110 cm dan 125 cm
wheelbase: 137,5 cm
berat tanpa pengemudi: 100 kg
rim: 14 inci
mesin: 4 langkah, 1 silinder 100 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 300 km per liter
Kendaraan dari ITB
1. Cikal Nusantara
Sasis: Aluminium
Bodi: serat karbon
panjang tinggi dan lebar: 250 cm, 110 cm dan 128 cm
wheelbase: 100 cm
berat tanpa pengemudi: 150 kg
rim: 16 inci
mesin: ICE 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 100 km per liter
2. Rakata
Bodi: serat karbon
panjang tinggi dan lebar: 280 cm, 56 cm dan 77 cm
wheelbase: 104 cm
berat tanpa pengemudi: 60 kg
rim: 17 inci
mesin: 125 cc
Bahan bakar: etanol
Target di SEM: 600 km per liter
Kendaraan dari ITS
1. Sapu Angin 3
Sasis: Aluminium custom
Bodi: fiberglass/polyurethan foam
panjang tinggi dan lebar: 260 cm, 112 cm dan 125 cm
wheelbase: 150 cm
berat tanpa pengemudi: 90 kg
rim: 17 inci
mesin: Honda Revo 110 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 300 km per liter
"Kami sudah memperbaiki dari sisi elektronik dan berat kendaraan, sehingga kami harapkan nanti kami mendapat angka yang lebih baik," ujar team Manager ITS Anditya Yudhistira.
2. Sapu Angin 4:
Sasis; aluminium
bodi: fiberglass/polyurethan foam
panjang tinggi dan lebar: 260 cm, 112 cm dan 125 cm
wheelbase: 150 cm
berat tanpa pengemudi: 90 kg
rim: 17 inci
mesin: Mesin diesel 210 cc
Bahan bakar: solar
Target di SEM: 300 km per liter
"Ini satu-satunya mobil dari tim Indonesia yang memakai bahan bakar solar. Kami sudah melakukan perbaikan dari kestabilan dan titik berat yang merata," ujar Team Manager Eko Hardianto.
3. Sapu Angin 5
Bodi: fiberglass/polyurethane foam
panjang tinggi dan lebar: 280 cm, 60 cm dan 108 cm
wheelbase: 149 cm
berat tanpa pengemudi: 40 kg
rim: 21 inci
mesin: Mesin Paijo 90 cc yang dikembangkan sendiri oleh mahasiswa ITS
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.500 km per liter, di SEM 2010 mencapai 234 km per liter.
"Unit controlnya sudah diperbaiki dan masalah kestabilan dipecahkan dengan menambah turning radius," ujar Team Manager Rahmad Hidayat.
Kendaraan dari Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)
Sasis: st42
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 312 cm, 70 cm dan 108 cm
wheelbase: 203,5 cm
berat tanpa pengemudi: 42,4 kg
rim: 16 inci
mesin: SOHC 4 langkah 35 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.500 km per liter
Kendaraan ini akan berlomba dalam ajang adu irit BBM di Sepang pada 6-9 juli 2011 mendatang.
